Peraturan Akademik

Harap dibaca peraturan akademik untuk mahasiswa/i prodi TRPL secara menyeluruh, untuk buku peraturan akademik yang lebih complete dapat didownload pada link ini (download )

BAB VIII
KETIDAKHADIRAN DALAM PERKULIAHAN
Pasal 26
Jenis dan Alasan Ketidakhadiran
(1) Ketidakhadiran yang diperbolehkan adalah ketidakhadiran karena sakit dan alasan penting
lainnya.
(2) Ketidakhadiran karena sakit dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tidak hadir satu hari dengan surat keterangan dokter atau surat keterangan orang tua/wali.
b. Tidak hadir lebih dari satu hari karena sakit harus menyerahkan surat keterangan dokter,
yang diberikan selambat-lambatnya saat masuk kuliah.
c. Meninggalkan kuliah karena sakit pada saat perkuliahan berlangsung harus dengan izin
dosen yang bersangkutan.
(3) Ketidakhadiran karena alasan penting lainnya dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tidak hadir karena mengikuti kegiatan kemahasiswaan dan penugasan pimpinan
Polmanbabel dengan ketentuan:
– Dibuktikan dengan surat kegiatan/surat keterangan/surat tugas.
– Mendapat izin dari dosen jika tidak hadir pada 1 mata kuliah dan kurang dari 1 hari.
– Mendapat izin dari ketua program studi jika tidak hadir lebih dari 1 matakuliah atau
lebih dari 1 hari.
– Jika bersifat penugasan, maka surat tugas dari pimpinan berfungsi sebagai surat izin.
b. Tidak hadir karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia dengan ketentuan:
– Dibuktikan dengan surat keterangan dari orang tua/wali
– Tidak lebih dari 3 hari diluar waktu perjalanan; dan
– Mendapat izin dari Ketua Program Studi.
c. Tidak hadir karena urusan hukum atau urusan pribadi yang bersifat mendesak dengan
ketentuan:
– Mendapat izin dari ketua program studi atau dosen wali.
– Mendapat izin dari dosen jika meninggalkan kuliah pada saat perkuliahan sedang
berlangsung.
d. Terlambat hadir karena peristiwa yang bersifat insidentil (bukan kesengajaan, tidak terduga,
dan diluar kendali).
(4) Ketidakhadiran yang tidak diperbolehkan atau Alpa adalah ketidakhadiran dengan alasan:
a. Selain yang dimaksud pada ayat (2) atau ayat (3);
b. Meninggalkan pelajaran tanpa izin dosen yang bersangkutan atau Ketua Program Studi.
Pasal 27
Kompensasi Ketidakhadiran
(1) Kompensasi merupakan penggantian waktu kuliah terhadap ketidakhadiran mahasiswa.
(2) Kompensasi terhadap ketidakhadiran dalam perkuliahan diberikan dalam bentuk tugas atau
kegiatan yang relevan dengan mata kuliah yang terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan.
(3) Ketidakhadiran yang telah dikompensasi sebelum penetapan kelulusan semester, maka catatan
ketidakhadiran dihapus dari laporan semester.
(4) Ketidakhadiran yang tidak dikompensasi sebelum penetapan kelulusan semester diberikan
sanksi peringatan.
Pasal 28
Sanksi Ketidakhadiran
(1) Ketidakhadiran sebagaimana dimaksud pada Pasal 26 ayat (4) atau Pasal 27 ayat (4) diberikan
sanksi dalam bentuk:
a. Peringatan lisan;
b. Peringatan tertulis; dan
c. Sanksi status akademik.
(2) Peringatan diberikan secara tertulis dan berjenjang sesuai dengan jumlah waktu ketidakhadiran
dalam kurun waktu satu semester dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Ketidakhadiran yang tidak dikompensasi sebelum penetapan kelulusan semester diberikan
peringatan lisan I;
b. Tiga kali terlambat yang masing-masing tidak lebih dari 10 menit diberikan peringatan lisan I;
c. 10 menit < terlambat ≤  1 jam diberikan Surat Peringatan Lisan I;
d. 1 jam < terlambat ≤  1,5 jam diberikan Surat Peringatan Lisan II;
e. 1,5 jam < terlambat ≤ 2 jam diberikan Surat Peringatan Lisan III;
f. Tidak hadir 2 jam sampai 8 jam diberikan Surat Peringatan Tertulis I;
g. Tidak hadir 8 jam sampai 16 jam diberikan Surat Peringatan Tertulis II;
h. Tidak hadir 16 jam sampai 24 jam akan diberikan Surat Peringatan Tertulis III;
(3) Tidak hadir lebih dari 24 jam dapat diberikan status akademik Mengulang atau sanksi Putus Studi
yang ditetapkan dalam rapat yang melibatkan Direktur, Pembantu Direktur I, Ketua Jurusan,
Ketua Program Studi, dan dosen wali.
(4) Surat Peringatan Tertulis I dan II ditandatangani oleh Ketua Jurusan terkait, sedangkan Surat
Peringatan Tertulis III ditandatangani oleh Direktur.
(5) Peringatan Tertulis dikirimkan kepada orang tua/wali mahasiswa oleh BAAKPK.
(6) Sanksi status akademik ditetapkan dengan Keputusan Direktur.
(7) Sanksi status akademik Putus Studi dapat juga diberikan jika mahasiswa mendapatkan 7 (tujuh)
kali peringatan tertulis selama masa studi atau 4 (empat) kali peringatan tertulis selama satu
tahun ajaran.
Pasal 29
Jumlah Maksimum Ketidakhadiran
(1) Jumlah ketidakhadiran karena sakit, dispensasi, izin atau alpa paling banyak 108 jam dalam 1
(satu) semester.
(2) Jumlah kumulatif ketidakhadiran karena sakit, dispensasi, izin atau alpa yang mencapai 72 jam
dalam satu semester, mahasiswa akan diberikan surat pemberitahuan dari Jurusan.
(3) Jumlah ketidakhadiran terus-menerus karena sakit yang mencapai 108 jam atau lebih dalam 1
semester, mahasiswa dinyatakan mengulang atau cuti akademik.
(4) Jumlah kumulatif ketidakhadiran karena sakit, dispensasi, izin, dan alpa yang melebihi 108 jam
dalam satu semester dinyatakan putus studi.

BAB IX
TATA TERTIB MAHASISWA
Pasal 30
Kedisplinan
(1) Mengikuti perkuliahan secara teratur dan tepat waktu.
(2) Memelihara kebersihan dan ketertiban ruang kelas, laboratorium, dan bengkel serta lingkungan
kampus.
(3) Mentaati peraturan keselamatan kerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
(4) Mentaati peraturan Polmanbabel dan peraturan yang berlaku pada masing-masing jurusan.
Pasal 31
Cara Berpakaian dan Berpenampilan
(1) Wajib berpakaian sopan dan berpenampilan rapi selama berada di lingkungan kampus.
a. Mahasiswa putri: memakai kemeja atau kaos berkerah dan berlengan, bercelana panjang
atau memakai rok panjang sampai bawah lutut, serta tidak menampakkan piercing dan tato;
b. Mahasiswa putra: memakai kemeja atau kaos berkerah dan berlengan, bercelana panjang
dan berambut pendek (tidak melewati kerah kemeja, tidak menutup mata dan telinga), tidak
memakai anting-anting serta tidak menampakkan piercing dan tato.
(2) Pakaian praktik diatur oleh jurusan.
(3) Bersepatu.
Pasal 32
Perilaku Akademik
(1) Mahasiswa Polmanbabel wajib berperilaku baik dan dilarang melakukan hal-hal berikut:
a. makan dan minum di dalam ruang kelas, laboratorium, studio dan bengkel;
b. merokok di dalam kantor, ruang kelas, laboratorium, studio dan bengkel serta merokok
diluar area yang telah ditentukan;
c. mengaktifkan nada dering dan/atau menggunakan telepon genggam selama kegiatan
perkuliahan berlangsung;
d. membawa dan/atau mengkonsumsi minuman keras dan/atau obat-obat terlarang (narkotika,
psikotropika, dan zat adiktif lainnya);
e. membawa bahan bacaan, gambar dan film porno.
f. melakukan kecurangan seperti:
– mencontek dan memberikan contekan pada saat ujian,
– tanpa izin mengganti atau mengubah, memalsukan nilai atau transkrip akademik, ijazah,
Kartu Tanda Mahasiswa, tugas-tugas dalam rangka perkuliahan, keterangan, laporan atau
tanda tangan dalam lingkup kegiatan akademik,
– plagiat, mengakui karya orang lain sebagai karyanya sendiri dalam suatu kegiatan
akademik,
– penyuapan, pemberian hadiah, dan pengancaman, mempengaruhi atau mencoba
mempengaruhi orang lain dengan cara membujuk, memberi hadiah maupun berupa
ancaman dengan maksud mempengaruhi penilaian terhadap prestasi akademik.
g. terlibat perbuatan melawan hukum dan/atau pelanggaran kesusilaan.
h. mengganggu ketenangan proses pembelajaran.
i. melakukan tindakan kekerasan di lingkungan kampus.
j. tindakan tercela lainnya yang berlaku di masyarakat.
(2) Mahasiswa bertanggung jawab dan menjaga barang-barang milik Polmanbabel dari kerusakan
dan kehilangan.

(download )