BAB III. Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial dalam Masyarakat

Tujuan Pembelajaran:
Setiap anggota masyarakat pasti menginginkan suatu perubahan dalam hidupnya, terutama perubahan dalam hal status sosial atau kedudukannya di masyarakat. Mereka melakukan berbagai usaha untuk mengubah statusnya di masyarakat, misalnya dengan melakukan urbanisasi, seperti yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakat kita. Seperti tampak pada gambar di atas, sekelompok pemuda akan melakukan urbanisasi sebagai salah satu bentuk mobilitas sosial. Dengan proses urbanisasi ini, mereka ingin mengubah nasib dan status yang akan berpengaruh pula pada struktur sosial. Urbanisasi mereka lakukan dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf kehidupannya. Urbanisasi mencerminkan adanya mobilitas sosial dalam masyarakat. Mobilitas sosial merupakan gerak dalam struktur sosial dengan tujuan agar struktur tersebut dapat berubah. Pada bab ini kamu akan belajar untuk menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial.

PETA KONSEP

Pada bab 1 kamu telah belajar mengenai bentuk-bentuk struktur sosial yang ada di masyarakat. Nah, tahukah kamu sebenarnya apakah yang dimaksud dengan struktur sosial itu? Di dalam bab ini kita akan membahas secara mendalam apa sebenarnya struktur sosial itu, ciri-cirinya, serta fungsinya dalam masyarakat. Mari kita simak bersama pemaparan materi pada bab ini.

A. Struktur Sosial
Dalam suatu struktur sosial terdapat unsur-unsur yang saling bergantung dan berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu keseluruhan. Struktur sosial berjalan dengan lancar apabila jalinan di antara unsur-unsur tersebut tidak mengalami goncangan-goncangan.

1. Pengertian Struktur Sosial
Di sekolahmu terdapat OSIS bukan? Dalam kepengurusan OSIS, kamu dapat menjumpai ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta seksi-seksi. Kepengurusan OSIS itu merupakan salah satu bentuk sederhana adanya struktur sosial di dalam masyarakat.

Berdasarkan contoh tersebut, dapatkah kamu mendeskripsikan apakah struktur sosial itu? Struktur selalu merujuk pada unsur-unsur yang bersifat kurang lebih tetap atau mantap. Kalau kita umpamakan dengan sebuah bangunan rumah, maka dinding-dinding rumah itu merupakan strukturnya. Dalam pengertian ini, struktur sosial diartikan sebagai pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Istilah struktur juga dapat diterapkan pada interaksi sosial. Jadi, struktur sosial dapat diartikan sebagai jalinan unsur-unsur sosial yang pokok. Struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Di dalam sebuah rapat, terdapat jaringan relasi sosial bertingkat dan ada pembagian kerja di dalamnya. Sumber: SWA, 29 September 2005

Struktur merujuk pada pola interaksi tertentu yang kurang lebih tetap dan mantap, yang terdiri dari jaringan relasi-relasi sosial hierarkis dan pembagian kerja, serta dilandasi oleh kaidah-kaidah, peraturan-peraturan, dan nilai-nilai sosial budaya. Setiap manusia terkait dengan struktur masyarakat di mana ia menjadi anggotanya. Artinya, setiap orang termasuk ke dalam satu atau lebih kelompok, kebudayaan, lembaga sosial, pelapisan sosial, kekuasaan, dan wewenang yang terdapat di dalam masyarakat. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai beragam kebutuhan yang terdiri dari kebutuhan ekonomi, politik, hukum, sosial, dan lain-lain, serta pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu pun juga beragam. Untuk memenuhinya, manusia memerlukan interaksi sosial dengan pihak lain atau lembaga yang menyediakannya. Interaksi sosial merupakan salah satu wujud dari sifat manusia yang hidup bermasyarakat. Sebagai anggota masyarakat, manusia tertata dalam struktur sosial atau jaringan unsur-unsur sosial yang ada dalam masyarakat. Unsur-unsur itu mencakup kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, pelapisan sosial, kekuasaan, dan wewenang. Kemudian, unsur-unsur tadi berhubungan dengan berbagai segi kehidupan, seperti ekonomi, politik, hukum, sosial dan lain-lain, serta saling memengaruhi. Misalnya, segi ekonomi selalu berhubungan dengan politik, segi politik selalu berhubungan dengan hukum, dan seterusnya.

Untuk memahami lebih jauh mengenai apa itu struktur sosial, mari kita pelajari bersama pengertian struktur sosial menurut pendapat para ahli sosiologi berikut ini.
a. George C. Homan
Mengaitkan struktur sosial dengan perilaku elementer (mendasar) dalam kehidupan sehari-hari.

b. Talcott Parsons
Berpendapat bahwa struktur sosial adalah keterkaitan antarmanusia.

c. Coleman
Melihat struktur sosial sebagai sebuah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia.

d. Kornblum
Menekankan konsep struktur sosial pada pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.

e. Soerjono Soekanto
Melihat struktur sosial sebagai sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan.

f. Abdul Syani
Melihat struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan, dan wewenang.

g. Gerhard Lenski
Mengatakan bahwa struktur sosial masyarakat diarahkan oleh kecenderungan panjang yang menandai sejarah.

(Sumber : Bonet Wrahatnala, Departemen Pendidikan Nasional)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *