a. Melakukan Program Penjaminan Penuh

Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap bank, pemerintah
menjamin penuh semua dana masyarakat yang ada di semua bank umum
yang berbadan hukum Indonesia, baik yang berbentuk bank pemerintah,
bank swasta atau bank campuran. Dengan penjaminan ini, jika suatu saat
bank mengalami masalah maka pemerintah wajib menjamin keamanan dana masyarakat.
b. Melakukan Program Rekapitalisasi Perbankan Dengan program ini, diharapkan bank-bank dapat memenuhi ketentuan permodalan minimum.
c. Melakukan Pembentukan BPPN Sesuai dengan Keputusan Presiden No. 27/1998, tugas BPPN adalah:
1) Melakukan pengadministrasian jaminan yang diberikan pemerintah kepada bank umum.
2) Melakukan pengawasan, pembinaan dan upaya penyehatan termasuk
restrukturisasi bank yang oleh Bank Indonesia dinyatakan tidak seehat,
3) Melakukan tindakan hukum lain yang diperlukan dalam rangka penyehatan bank yang tidak sehat. Dalam menjalankan tugasnya, BPPN dipimpin seorang ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh presiden.

K E G I A T A N 1 1. 2

Awalnya, BPPN yang dibentuk dengan Keppres No. 27 tahun 1998 memiliki tugas yang sangat mulia. Namun, di tengah jalan banyak media yang memberitakan berbagai isu tentang keburukan kinerja BPPN. Untuk meyakinkan apakah keburukan itu sekedar isu atau memang sudah menjadi fakta, coba kalian cari beritanya di berbagai media. Apakah isu tersebut berkaitan dengan penyelewengan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)? Tahukah kalian apa sebenarnya yang dimaksud BLBI?

D.Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah suatu bentuk badan usaha yang bergerak di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kepada masyarakat. Tujuan diadakannya LKBB antara lain untuk memacu perkembangan pasar uang dan pasar modal serta membantu penyediaan dana untuk membuka usaha baru dan mengembangkan usaha yang telah ada. LKBB dapat digolongkan menjadi:
1. LKBB Pembiayaan Pembangunan, seperti PT Bahana dan PT Uppind.
2. LKBB Pembiayaan Investasi, seperti PT Ficorinvest, PT Merchant Investment Cooperation (PT Merincop), PT Indonesia Investment International (PT Indovest).
3. LKBB Pembiayaan Perumahan, seperti PT Papan Sejahtera.
4. Lembaga keuangan lainnya, yang tidak termasuk bank dan tidak termasuk LKBB, di antaranya meliputi:
a. Perusahaan asuransi, yaitu perusahaan yang membuat perjanjian
untuk menanggung risiko tertentu yang bisa menimpa nasabah,seperti kebakaran dan kecelakaan. Untuk itu nasabah wajib membayar premi kepada perusahaan. Contoh perusahaan asuransi antara lain PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Jasa Raharja.
b. Perusahaan Leasing (Sewa Guna Usaha), yaitu perusahaan yang
menyewakan barang-barang modal (seperti mesin-mesin) untuk
digunakan oleh perusahaan yang memerlukannya selama jangka
waktu tertentu dengan sistem pembayaran secara berkala. Setelah
jangka waktu tertentu, barang-barang modal tersebut dapat dibeli oleh perusahaan penyewa sesuai kesepakatan.
c. Perusahaan Pegadaian, yaitu perusahaan yang memberikan pinjaman
kepada nasabah dengan jaminan berupa barang-barang bergerak
(bisa dipindahkan) seperti kendaraan, kulkas, dan TV. Perusahaan
ini terutama ditujukan untuk membantu masyarakat ekonomi lemah.
d. Pasar Modal (Bursa Efek), yaitu pasar yang memperjualbelikan suratsurat berharga jangka panjang. Bagi yang memerlukan modal maka bisa mendaftarkan diri sebagai emiten (peminjam modal). Emiten meminjam modal dengan cara menjual surat-surat berharga.
e. Futures Market (Pasar Berjangka) yaitu pasar yang memperjualbelikan
komoditas (berbagai barang) dengan penyerahan di masa mendatang. Kemudian, berdasarkan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, semua LKBB harus diubah bentuknya menjadi bank atau perusahaan efek.

sumber;pusat pembukuan depertene  pendidikan nasional

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *