BAB IV Protista (biologi kls X)

Protista merupakan kelompok mikroorganisme eukariotik,belum terdapat diferensiasi jaringan, dan
kemiripan morfologi dan fisiologi dengan hewan, tumbuhan, atau jamur. Kebanyakan Protista adalah organisme uniseluler mikroskopis, namun ada pula yang multiseluler atau berkoloni
dengan banyak sel. Koloni Protista dapat membentuk organisasi sel yang menyerupai organisme tingkat tinggi. Kamu dapat mengamati Protista dengan mudah menggunakan mikroskop
cahaya karena panjangnya mencapai 5 μm – 3 mm. Tidak semua Protista berukuran mikroskopis, jenis ganggang cokelat dapat mencapai panjang 60 meter atau lebih. Beberapa kelompok
Protista dapat bergerak bebas (motil), sedangkan yang lain hidup menetap selamanya atau pada periode tertentu dari siklus hidupnya. Banyak kelompok yang dapat membentuk spora atau kista jika lingkungan tidak menguntungkan. Protista ada yang bersifat autotrof dan ada yang heterotrof.
Protista autotrof memperoleh makanan dari fotosintesis, sedangkan yang heterotrof memperoleh makanan dari organisme lain. Beberapa jenis diketahui dapat hidup sebagai
autotrof dan heterotrof sekaligus. Semua Protista dapat berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Sebagian Protista juga dapat berkembang biak secara seksual
dengan konjugasi. Protista dikelompokkan menjadi Protista menyerupai tumbuhan meliputi kelompok ganggang eukariotik, Protista menyerupai hewan yang disebut Protozoadan Protista mirip jamur meliputi kelompok jamur lendir.

 A Protista Menyerupai Hewan

Protista menyerupai hewan meliputi kelompok Protozoa. Protozoa merupakan Protista eukariotik, bersel tunggal, mempunyai kemampuan bergerak pada tingkatan tertentu dalam daur hidupnya, serta tidak mempunyai dinding sel. Habitat Protozoa adalah di perairan sebagai zooplankton dan di
tempat-tempat yang lembab. Kebanyakan Protozoa bersifat heterotrof, makanannya dicerna dalam vakuola makanan yang mengandung enzim pencernaan. Saat ini telah dikenal lebih dari
65.000 jenis, hampir setengahnya telah berupa fosil. Sekitar 10.000 di antaranya merupakan parasit.
Ukuran dan bentuk Protozoa beragam, beberapa jenis bersifat polimorfik (bentuknya berbeda pada tingkatan yang berbeda dalam daur hidupnya). Protozoa mikroskopis panjangnya hanya sekitar 10 mikrometer, sedangkan Protozoa yang besar mencapai panjang 2 mm sehingga dapat dilihat
dengan mata telanjang. Sel Protozoa dibungkus oleh membran sitoplasma tanpa adanya dinding sel. Umumnya nukleus berjumlah satu, namun banyak ditemukan Protozoa yang multinukleat hampir di sepanjang siklus hidupnya. Pada Ciliata terdapat nukleus yang berukuran besar (makronukleus) yang
mengendalikan metabolismedan pertumbuhan dan nukleus berukuran kecil (mikronukleus) yang berperan dalam reproduksi.Sitoplasma mengandung granula glikogen, bermacam-macam
minyak, dan vakuola. Selain vakuola makanan, beberapa jenis mempunyai vakuola kontraktil untuk mengeluarkan kelebihan air. Beberapa jenis mempunyai lapisan ektoplasma yang dapat
membentuk butir-butir pasir yang terikat pada zat kitin, kalsium karbonat, dan silika. Protozoa berkembang biak dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual berlangsung dengan pembelahan sel.
Reproduksi seksual dilakukan dengan konjugasi, misalnya pada
Ciliata. Beberapa Protozoa parasit mempunyai daur hidup yang rumit, melibatkan berbagai jenis inang yang berbeda. Peranan Protozoa dalam kehidupan adalah sebagai berikut.
1. Merupakan bagian penting dalam rantai makanan pada komunitas lingkungan akuatik.
2. Mengendalikan pertumbuhan bakteri dan membantu mengurai sisa-sisa zat organik.
3. Menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Untuk mengamati Protozoa dan Protista lain yang hidup di perairan air tawar, lakukan Kegiatan 4.1.

Kegiatan 4.1

Mengamati Protista

A. Tujuan
Mengamati Protista air tawar.
B. Alat dan Bahan
1. Mikroskop dan perlengkapannya
2. Pipet
3. Gelas kimia

4. Air kolam
5. Air sungai
6. Air sawah (boleh dari perairan yang berbeda)

C. Cara Kerja
1. Ambillah air kolam, sawah, sungai, atau perairan lain dan tempatkan pada gelas
kimia. Usahakan untuk memilih perairan yang tenang, teduh, dan jauh dari
pengaruh bahan kimia agar sampel yang kamu ambil cukup mengandung Protista.
2. Teteskan contoh air itu pada gelas objek, kemudian tutuplah dengan kaca penutup.
3. Amati preparat dengan mikroskop pada perbesaran lemah, kemudian dengan perbesaran kuat apabila diperlukan.
4. Gambar Protista yang kamu temukan beserta ciri-cirinya.
5. Ulangi pengamatanmu terhadap sampel air dari tempat lain dengan cara yangsama.
D. Pertanyaan untuk Diskusi
1. Jenis Protista apakah yang kamu temukan? Bagaimanakah ciri-cirinya dan
termasuk kelompok apa?
2. Apakah peran Protista itu dalam lingkungannya?

Sumber: Microsoft Encarta, 2006

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *