CYBER BULLYING EFEK

Belakangan ini tak jarang kita melihat banyak sekali kekerasan non fisik di media.hal ini tentunya dikarenakan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang membuat orang-orang semakin bergantung dengan media .  terutama penggunaan internet yang hampir setiap waktu dikonsumsi oleh publik. Penggunaan internet yang berlebihan membangun niat yang tidak baik bagi beberapa khalayak. Sehingga menyebabkan beberapa kasus kejahatan di internet yang lebih dikenal dengan istilah cybercrime. Ada begitu banyak cybercrime yang terjadi di dunia maya, salah satunya adalah cyberbullying.

Cyberbulling adalah tindakan diluar batas yang dilakukan seseorang kepada orang lain dengan cara mengirim atau memposting ke media yang dapat merusak kredibilitas,menghina atau melakukan serangan sosial dalam bergagai bentuk. Biasanya media yang digunakan berupa email, sms, status di facebook, instagram, twitter dan sosial media lainnya . bertujuan untuk mempermalukan, mengancam, dan mengintimidasi para korban.

Biasanya cyberbullying sering terjadi dikalangan remaja, karena kebanyakan yang menggunakan media adalah remaja . pelaku cyberbullying itu sendiri tidak lain dari mereka yang menjadi korban sebelumnya. Biasanya pelaku adalah anak – anak yang ingin berkuasa atau senang mendominasi sehingga mereka merasa hebat dan berstatus sosial lebih tinggi atau popular dikalangan teman – teman seumurannya .Sedangkan korban biasanya anak – anak yang sering diejek dan dipermalukan karena penampilan mereka, status sosial mereka atau sikap mereka di sekolah, namun bias jadi korban dari cyberbulling ini anak-anak yang popular, pintar dan menonjol disekolah sehingga membuat teman sebayanya yang menjadi pelaku iri dan melakukan cyberbullying.

Para pelaku cyberbulling akan melakukan apa saja untuk membuat korbannya menjadi depresi, takut bahkan tidak percaya diri, misalnya menyebarkan foto-foto memalukan, menyebarkan isu palsu, hingga pelecehan seksual. Contoh kasusnya, pengiriman kata-kata makian yang tidak pantas yang dikirim melalui sosial media facebook.Kejahatan yang dialami anak atau remaja kepada teman sebanyanya sering kali membuat korbannya menjadi merasa terisolasi, diperlakukan tidak manusiawi dan tidak berdaya ketika diserang bahkan sampai melakukan bunuh diri karena tidak tahan lagi diganggu.

Motivasi pelaku cyberbullying melakukan kejahatan ini biasanya karena ingin balas dendam, frustasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sebagai sarana untuk becanda. Anak-anak atau remaja pelaku cyberbullying biasanya memilih untuk mengganggu teman sebayanya yang dianggap lemah, tidak suka melawan dan tidak bisa membela diri.

Cyberbullying lebih mudah dilakukan daripada kekerasan konvensional dan efek yang diterima juga lebih besar. Mereka sebagai pelau tidak perlu berhadapan langsung dengan orang lain yang menjadi korbannya.mereka hanya berada didepan layar computer atau telepon seluler tanpa harus melihat akibat yang ditimbulkan pada diri korban.

Para korban tidak perlu takut untuk menghadapi kejahatan ini,menyikapi dengan hal positif tentu tidak akan membuat jatuh kedalam keterpurukan. Jangan pernah mersepon aksi perlakuan tidak pantas yang dilakukan seseorang bahkan sampai membalas aksi tersebut, ada baiknya mengadukan kejahatan tersebut kepada pihak yang dipercaya dan simpan semua aksi kejahatan yang telah dilakukan sebagai bukti untuk ditindak lebih lanjut.

Untuk mencegah aksi kejahatan ini ada baiknya menghindari asumsi dengan cara terus berusah memahami lawan bicara, berkomunikasi menggunakan teks yang mudah dipahami orang lain serta hindari penghakiman massa secara langsung di media-media sosial dan pikirkan terlebih dahulu apa yang akan dikirim ke internet.