Sepeda dan Pengangguran

 Semua masyarakat yang tinggal di Kota Bandung saat ini pasti sering mengeluhkan keadaan lalu lintas di Kota Bandung karena padatnya jalanan di Kota Bandung yang dipenuhi oleh kendaraan bermotor yang sering menyebabkan kemacetan di Kota Bandung. Selain itu sering juga membuat udara di Kota Bandung menjadi kurang segar karena dipenuhi oleh asap polusi dan suara bising dari kendaraan bermotor. Tentu saja banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor dari pada berjalan kaki atau sekedar menggunakan sepeda untuk melakukan aktivitas walaupun untuk jarak yang dekat.

Ketika saya sedang berjalan jalan di daerah Dago, saya sangat merasa senang karena masih banyaknya pepohonan yang memenuhi pinggir pinggir jalanan di sekitar daerah Dago yang membuat teduh dan sejuknya daerah Dago bagi pejalan kaki. Namun di satu sisi saya juga merasa sedih karena keadaan jalan raya di daerah Dago yang sering terjadi kemacetan yang di sebabkan oleh banyaknya pengguna kendaraan bermotor. Bahkan trotoar bagi pejalan kaki pun sering digunakan dan dilewati oleh pengguna sepeda motor yang mengganggu kenyamanan bagi para pejalan kaki.

Saya mempunyai sebuah ide untuk mengatasi kondisi seperti ini agar terjadinya kenyamanan di pusat pusat keramaian di Kota Bandung yang sejuk, teduh maupun jalanan jalanan yang di penuhi pepohonan di sekitar jalan raya di Kota Bandung. Yaitu dengan di berlakukannya para masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor di pusat pusat tertentu di jalan raya yang ada di Kota Bandung. Sebagai penggantinya masyarakat yang akan mendatangi daerah daerah tertentu diharuskan untuk menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki.

Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini harus meberikan fasilitas fasilitas yang menunjang bagi para masyarakat untuk melakukan aktivitas aktivitas dalam daerah daerah tertentu yang harus menggunakan sepeda. Dengan adanya tempat penyewaan sepeda, halte halte sepeda, dan tempat parkir yang luas bagi pengguna kendaraan bermotor yang akan menyimpan mobilnya untuk menggunakan sepeda yang sudah di sediakan di halte penyimpanan sepeda.

Serta adanya jalur khusus untuk pengguna sepeda dan penjaga penjaga halte sepeda yang dijaga dari pengagguran pengangguran maupun para pengemis dan pengamen yang sering ada di daerah Dago untuk mengurani tikat pengangguran yang ada di Kota Bandung dengan digaji oleh pemerintah karena jadi penjaga halte tempat penyimpanan sepeda. Selain itu adanya becak becak yang beroperasi di daerah daerah yang wajib menggunakan sepeda bagi masyarakat yang tidak menggunakan sepeda jadi bisa menggunakan becak.

Contohnya seperti tempat parkir kendaraan bermotor di daerah Bandung Indah Plaza Mall, semua pengguna kendaraan bermotor menyimpan kendaraannya disana lalu menyewa atau menggunakan sepeda yang ada di halte halte penyimpanan sepeda yang ada di daerah Bandung Indah Plaza Mall tersebut untuk menggunakan sepeda menuju daerah Tamansari hingga daerah Simpang Dago yang mewajibkan para masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor.

Tentu saja kejadian ini adalah proses untuk mengurangi kemacetan di pusat pusat keramaian  di Kota Bandung serta menjadikan keadaan Kota Bandung menjadi lebih bersih, sejuk dan asri. Selain itu menjadikan Kota Bandung lebih unik dengan ciri khas yang ada. Tentu saja akan menjadikan Kota Bandung menjadi objek wisata yang menarik dan selain itu mampu membuka lapangan kerja yang baru bagi para pengangguran untuk bekerja sebagai penjaga halte halte sepeda dan supir supir becak untuk masyarakat Kota Bandung yang tentu saja memberikan keuntungan untuk pemerintah karena adanya biaya sewa untuk masyarakat yang menyewa sepeda maupun membayar supir becak yang ada serta banyaknya wisatawan yang mengunjungi Kota Bandung yang hebat ini.

by TAofik R