Membuat Story Board, Satu Langkah Lebih Dekat Mewujudkan Karyamu!

Dalam kehidupan, untuk mencapai hal-hal yang besar kita akan dihadapkan untuk mengerjakan hal-hal kecil terlebih dahulu dan  mewujudkannya by process. Analoginya seperti saat kita memasak, makanan yang kita masak tidak serta merta hadir di piring saji kita sebelum melalui beragam proses, bahkan makanan instan pun mengalami  rangkaian proses. Saat kita memasak, kita diharuskan untuk mempersiapkan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk memasak, selain itu kita juga dituntut untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk memasak nanti. Bahan sudah, peralatan sudah, lalu saat memasak apa yang harus dilakukan? Kita harus memasak dengan takaran yang sesuai juga dengan step-step yang benar dan teliti agar masakan yang kita buat layak untuk dimakan dan terasa lezat di lidah.  Bagaimana rasanya jika kelebihan dan kekurangan garam?  Atau bagaimana rasanya makanan yang harusnya dibumbui terlebih dahulu, kita lewat tahapannya dan langsung digoreng?  Pasti tidak akan enak. Oleh karena itu, penting sekali adanya takaran dan prosedur dalam memasak . Takaran dan prosedur ini terangkum dalam sebuah resep yang menjadi pedoman kita saat akan mulai memasak.

 

Sama halnya saat kita hendak membuat animasi, film ataupun buku komik. Kita dituntut untuk melakukannya dari hal kecil, melalui  rangkaian proses. Mengapa? Agar saat pembuatan karya, dapat  tertata dengan baik sehingga layak untuk dilihat serta disebarluaskan kepada orang lain. Selain melalui serangkaian proses, kita juga diharuskan untuk mengikuti standar baku pembuatan sesuai takaran agar hasil dari karya kita enak untuk dilihat.

 

Dalam membuat suatu karya animasi, langkah awal yang harus ditempuh adalah dengan mendapatkan ide, tidak mungkin kita akan memulai untuk membuat tanpa sebuah ide. Ide adalah gerbang menuju sebuah karya. Setelah mendapatkan ide berupa cerita, kita perlu membuat sebuah tulisan atau skrip untuk merepresentasikan ide yang telah kita olah di dalam otak kita. Setelah membuat skrip maka tugas kita selanjutnya adalah membuat storyboard, nah storyboard inilah yang akan kita bahas lebih lanjut. Apa yang dimaksud dengan storyboard ?  

 

Storyboard adalah kolom berbentuk visual yang menggambarkan skrip yang telah kita buat, storyboard ini membentuk rangkaian cerita secara bertahap, segala detil visualisasi dapat kita masukan ke dalam storyboard. Storyboard dapat menjelaskan angle yang akan kita ambil, backsound apa yang akan kita gunakan, juga percakapan apa yang harus diucapkan oleh para aktor. Storyboard memudahkan  proses pembuatan karya. Apalagi jika proyek dibuat adalah proyek milik bersama, storyboard ini akan  memudahkan bukan hanya individu, namun sekelompok tim kreatif untuk memahami alur cerita dan langkah apa saja yang harus diwujudkan karya tersebut. 

Diantara alasan penggunaan storyboard untuk mewujudkan karya kita adalah membantu menjelaskan konsep dan alur cerita, membantu komunikasi antartim, mengembangkan ide dasar, membantu memikirkan detil  dan alam keseluruhan produk multimedia dan menggabungkan  konsep menjadi dokumen desain, selain itu fungsi dari pembuatan storyboard antara lain, merencanakan sequence sinematik, membangun animasi, menunjukkan aksi-aksi komplek, dan menunjukkan aksi-aksi non player.